Minggu, 04 Desember 2011

my name is Batsyeba

Hay guys, entri kali ini gue mau ngepost artikel yang nyinggung nama gue, yes! that's Batsyeba. sebelum membaca artikel tentang Batsyeba pengetahuan gue seputar Batsyeba hanya sekedar seorang gadis cantik yang ada dalam Alkitab. CUKUP. tapi setelah banyak komentar tentang nama gue akhirnya timbullah dalam diri gue suatu pertanyan bagaimana sih kisah lengkapnya Batsyeba. next langkah gue selanjutnya ngebrows dan this the result. 

Apa istimewanya wanita bernama Batsyeba, sehingga namanya ada di jajaran ibu moyang Yesus Kristus? Maria, ibu Yesus, adalah keturunan Daud dengan Batsyeba istri Uria yang memperanakan Natan dst (Lukas 3:31) Yusuf ayah Yesus, adalah keturunan Daud dengan Batsyeba istri Uria yang memperanakan Salomo yang adalah Raja Israel yang terkenal karena hikmatnya (Matius 1:6)
Yesus anak Daud dan Batsyeba, bukan dari Abigail istri Daud yang sangat bijak, bukan dari Maaka istri Daud yang juga anak raja? Mengapa Allah memilih seorang wanita yang melakukan pelanggaran untuk menjadi salah satu ibu moyang Yesus? Apa istimewa dari Batsyeba?


Batsyeba adalah wanita biasa
Selama ini Batsyeba lebih dikenal sebagai wanita penyebab Raja Daud seorang yang di perkenan Allah, menjadi berdosa, Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.” Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.(2Sam 11:2-4). Daud bangun dan berjalan di atas sotoh, sotoh adalah bangunan dibagian atas rumah Karena sotoh terletak di bagian rumah paling atas dan istana pastilah lebih tinggi dan paling tinggi diantara rumah-rumah pada umumnya. Pada waktu itu Batsyeba sedang mandi, apakah Betsyeba sengaja, mandi di tempat terbuka sehingga bisa dilihat Raja dari istana? apakah Batsyeba sengaja menge-pas-kan waktu sore-sore supaya pas dengan waktunya Raja berjalan-jalan di Sotoh? apakah Batsyeba sengaja melakukan gerakan-gerakan erotis saat mandi supaya Raja tergoda? Mungkin seperti itulah yang sering kita tafsir mengenai Batsyeba. Siapakah Batsyeba? Batsyeba adalah istri Uria kepala pasukan perang Israel, anak dari Eliam pahlawan perang Daud, dan cucu dari Ahitofel penasihat Raja. Mungkin karena istri, anak, dan cucu orang-orang terpandang di istana sehingga rumahnya dekat dengan istana. Kebiasaan mandi perempuan Israel, di sungai atau di sumur, mestinya mereka melakukannya bila sore hari menjelang gelap supaya tidak dilihat orang. Nah di alkitab tidak disebutkan Batsyeba mandi di tempat umum, kemungkinan di rumahnya mempunyai sumur pribadi, di situlah dia mandi, bila Batsyeba mandi sore-sore di rumahnya sendiri apakah aneh, apakah itu yang disebut sengaja nge-pas-kan waktu untuk di “lihat” Raja dari atas? apakah dia tahu bahwa Raja akan jalan-jalan di sotoh, bukankah waktu itu adalah musim perang, dimana semua Raja sedang pergi berperang.
Juga beranikah dia mempertaruhkan reputasi ayahnya, kakeknya juga nyawanya untuk berani menggoda Sang Raja? karena dia tahu mati adalah hukumnya (ul 22:22)
Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga.(ul 22:22). Batsyeba adalah wanita biasa yang di beri anugerah elok rupanya.

Batsyeba adalah istri yang baik
Ketika Daud menyuruh orang memanggilnya, dan dia datang menghadap Raja, lalu Daud tidur dengan dia. Mengapa Batsyeba mau datang kepada Daud? ya karena memang tidak bisa menolak panggilan Raja yang berdaulat.
Mengapa Batsyeba tidak menolak untuk ditiduri Daud?
Apakah ketika mulut tidak bisa berkata "tidak" berarti mau?
Apakah ketika "diam" berarti suka? Bila Batsyeba suka melakukannya, mengapa Batsyeba pulang ke rumah, dan tidak meminta pertanggung-jawaban dari Raja Daud? Bukankah dengan pulang ke rumah berarti semua beban ada pada Batsyeba, dan Raja akan lepas dari akibat-akibatnya? Sungguh sebagai seorang istri Batsyeba merasakan penderitaan luar biasa akibat perbuatan Raja, bukan hanya berdosa kepada Tuhan, juga rasa salah dan sesal yang luar biasa terhadap suaminya yang sedang mengadu nyawa untuk Negara, perasaan istri yang tak berdaya. Ketika mendapati dirinya hamil, Batsyeba memilih memberitahukan kepada Raja untuk mempertimbangkannya, ya pada waktu itu semua orang Israel akan menghadap Raja untuk mengadili perkara-perkara yang mereka hadapi (2 sam 15:6). Batsyeba tidak memberitahukan kepada suaminya supaya tidak mengganggu konsentrasi di medan perang. Batsyeba yang tidak meninggalkan suaminya, Batsyeba diam, dengan diamnya dia tidak mencemarkan suaminya, juga tidak mempermalukan Raja,.. Ya Betsyeba adalah istri yang baik dan istri yang sabar menderita, semua perkara dia coba tanggung sendiri, hingga ketika di puncak kekuatannya lah dia baru mengajukan kepada Raja untuk menimbang perkaranya. Apa yang dilakukan Raja Daud, yang disebut orang yang berkenan kepada Tuhan, bukannya mengambil tanggung-jawab, tetapi malah bersembunyi dan berusaha menutupi perbuatannya dengan berusaha memanipulasi keadaan, dengan memanggil Uria suami Batsyeba dari medan pertempuran yang belum selesai untuk menghadap Raja. Meninggalkan medan perang dan pasukan-nya untuk menghadap Raja, hanya untuk mendengar perintah Raja untuk pulang ke rumah, ya suatu perintah yang tidak dapat diterima akal sehatnya. Semua tenaga dan pikiran sedang tercurah bagaimana menghadapi lawan dan bagaimana menyusun strategi bersama pasukan dan Yoab, ya pikiran masih dipenuhi bagaimana Yoab harus segera merubah strategi perangnya karena ada satu posisi yang lobang karena ditinggalkannya.. dengan pikiran masih berkecamuk.. Raja memintanya pulang ke rumah untuk bertemu istrinya, sungguh suatu permintaan yang aneh dan tidak selayaknya.. karena seorang prajurit perang haruslah menjaga diri supaya tetap tahir, juga menjaga diri terhadap perempuan. 

            Mengapa Daud meminta Uria pulang ke rumah adalah supaya Uria bisa bersama Batsyeba, dan itu akan menutupi kehamilan Batsyeba akibat perbuatannya, sehingga Daud bisa lepas dari tuduhan dan tanggungjawabnya. Ketika Uria menolak pulang, maka Daud merencanakan kematian Uria dengan meminta Yoab mengirim Uria di posisi yang paling berbahaya. Batsyeba tetap diam, tiada keluhan, tiada air mata, semua rasa dan derita dia tanggung sendirian, dalam diamnya nyata kebijakannya… hingga ketika di beritahukan tentang kematian Uria, air mata yang selama ini tertahan, mengalir bersama ratapannya, karena suaminya, suami yang dikasihinya, suami yang disakitinya, suami yang meninggalkannya tanpa sempat memberi waktu kepadanya untuk memberitahukan betapa sesal dan sayangnya dia kepada sang suami.

Batsyeba ibu dari Raja salomo
kalau ini tambahan versi gue, di alkitab dicatat bahwa Batsyeba melahirkan anak laki-laki yang bernama Salomo, dan Tuhan sangat mengasihi anak tersebut (2 Samuel 12:24), seperti yang kita ketahui bahwa Salomo adalah seorang raja yang terkenal dengan Raja penuh HIKMAT (wisdom) dan segala hikmat Salomo terekam rapih dalam kitab yang kita kenal dengan nasihat dan didikannya yaitu Amsal, woow bangga banget kan Batsyeba memiliki seorang anak yang menjadi raja dan dikenal sebagai raja yang berhikmat dalam setiap keputusannya. :) coba kita lihat dalam hidup ini kalau ada anak yang pintar, cantik and anything else pasti yang ditanya "anaknya siapa nih?" So, i feel so lucky and blessed with the Batsyeba's name! 

http://juliamt.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar