Minggu, 21 April 2013

new sense about true worship


Udah dua minggu ini gue ibadah minggu di tempat yang bukan aliran gue, alias gue pergi ke gereja pentakosta padahal notabene background gue adalah gereja Lutheran. yaa kalian sudah bisa menebaknya yaa, alasan gue pergi ke gereja pentakosta ini sih pertamanya untuk menekan pengeluaran karena gereja ini jaraknya dekat dan tidak memakan ongkos terlalu banyak (pengeluaran bulan ini lagi melambung kaya bola kasti -_-) . Dan ada beberapa sindiran yang membuat gue merasa terpojokan karena hal ini, ada seorang teman gue yang nyeletuk “tau nih grejanya pindah-pindah” dan gue jawab “ya gapapa sih menurut gue yang pentingkan nyembah Tuhan yang sama”, sebenernya ga puas sih sama jawaban gue itu dan tadi di ibadah minggu sore hari ini gue sangat terberkati dan firman yang diberitakan sangat merhema dalam hati gue mengenai penyembahan. Ringkasan ini merupakan hal yang gue dapet dengan olahan dan intepretasi versi gue. hehe

Saat ini banyak dari kita misalnya (dari aliran Lutheran) berkata dan menjudge bahwa ibadah yang ramai, dan full music itu tidak sopan, ataupun sebaliknya (dari aliran pentakosta) berpendapat bahwa ibadah yang flat, yang lagunya bersumber dari kidung pujian itu tidak ekspresif. berapa banyak orang yang berpikiran seperti ini? atau bahkan kita salahsatunya yang berpikir seperti ini? Baca Yohanes 4:9:20-24. Sebetulnya tidak ada yang salah dalam metode penyembahan dalam tatacara gereja, karena penyembahan itu tidak terikat pada suatu system ataupun tempat! penyembahan itu tergantung pada personal relationshipnya dengan Allah.
kematangan penyembahan bisa dilihat dalam KETAATAN!
penyembahan yang benar ialah menyembah dalam Roh dan Kebenaran bukan dengan menggunakan bahasa Roh. Tidak salah memang menggunakan bahasa Roh dalam penyembahan kita namun kita harus menyadari bahwa tidak semua dianugrahkan bahasa Roh jadi bukan berarti orang yang tidak memakai bahasa Roh adalah orang yang tidak menyembah dalam Roh dan kebenaran (itu salah besar Guys!). Alkitab tidak pernah mengkaitkan penyembahan dalam Roh harus menggunakan bahasa Roh! (Yohanes 6:63, Roma 4:20)
KETAATAN ialah respect pada perkataan Tuhan didalam setiap gerakgerik kehidupan yang kita jalani, semua tindakan ketaatan adalah penyembahan. Itulah Penyembahan yang sejati yang menyembah dalam Roh dan kebenaran. Penyembahan yang baik itu harus berkembang, penyembahan sebaiknya lahir dari kejujuran hati dan apa adanya bukan sekedar ekspresi kata dengan pengulangannya (missal “Tuhan Baik, Tuhan baik; Tuhan dahsyat, Tuhan dahsyat etc)
Tuhan bicara- respect pada perkataan itu-percaya-kerjakan

Tak cukup mulut yang bernyanyi
Tak cukup mulut yang memuji
melakukan FirmanMu itulah pujian sejati
sepertinya lagu ini cocok sekali mewakili makna penyembahan sesungguhnya yaa J “Pujian sejati”
that’s it guys yang gue dapet dari ibadah hari ini semoga dapat mengubah main set kita mengenai penyembahan yaa :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar