Holaa,
kali ini gue datang dan akan menceritakan hal yang terjadi di semester empat,
tepat tanggal 1 Februari 2013 gue resmi jadi mahasiswi tingkat dua alias
semester 4 sama kaya kalian kali yah, banyak resolusi dan harapan yang gue
pengen raih di semester 4 ini but I will not tell you about my resolution. Gue
akan menceritakan awal perkuliahan gue di semester 4 yang sangat menguras
kesabaran, kecerdikan, kecerdasan dan kehikmatan dalam berkata-kata. Mengapa?
karena gue sedang menghadapi dosen yang sangat kritis dalam mempertanyakan
kepercayaan gue, entah emang beliau bermaksud mematikan karakter gue atau
beliau penasaran sama iman kepercayaan gue dan berusaha menggalinya atau juga
beliau mau mendiskreditkan agama yang gue anut dan mengadopsi bahwa agama
dialah yang benar, gue gatau pasti. Kalian tahu kan gue disekolahkan di Univ
umum, tapi yang mendominannya yaitu kepercayaan yang berbeda dengan gue,
istilahnya orang-orang yang kepercayaannya sama kaya gue kuantitasnnya sangat
minim.
Gak tanggung tanggung, beliau ngajar
dua mata kuliah disemester ini, satu mata kuliah pilihan dan satu matakuliah
jurusan dan hal ini memaksa gue untuk berhati hati kalau berkomunikasi dengan
beliau, takut salah ucap nilai jadi taruhannya! Jujur gue sempet segan untuk
mengikuti kuliah yang beliau ampu, karena setiap kali ngajar beliau pasti
menyinggung masalah Israel dan Palestina, nyambung ke Kristen, nyambung ke
makanan yang buat dia haram tapi buat gue itu halal. kalau dia sudah menyinggung
ini gue suka kesel dan takut sendiri, takut ga bisa menjawab dengan baik apa
yang beliau tanyakan, karna gue sadar pengetahuan Alkitab gue masih dangkal, takut
kalau gue kalah berargumen dengan beliau. Hal ini juga yang bikin gue merasa terChallange
buat semangat baca alkitab dari awal sampai akhir alias “hatam” :D Gue hanya
seorang diri di kelas A yang beragama Kristen jadi gue adalah satu satunya
sasaran yang empuk buat ditanya-tanya. Dosen yang satu ini pengetahuannya luaas
buanget jadi sebenarnya asik banget diajarin sama ini dosen tapi kalau udah
mulai nyinggung masalah agama, udah deh gue lebih baik ga dengerin >.<
**
semenjak
itu gue banyak-banyak doa buat dosen tersebut terutama buat diri gue sendiri,
gue berdoa supaya itu dosen ga menyinggung masalah agama lagi, namun kalaupun
harus menyinggung gue juga berdoa supaya gue dikuatkan, supaya setiap
pertanyaan dan pernyataan si dosen bisa gue jawab dengan baik tanpa menyalahi
kepercayaan yang gue anut dan tanpa mengurangi rasa hormat gue sebagai
mahasiswi kepada dosen karena gue sadar gue adalah anak Allah yang harus menjadi
garam dan terang ditiap-tiap ucapan, tingkahlaku dan pikiran gue, gue harus
menyaksikan karya Tuhan dalam hidup gue. So gue butuh bantuan doa kalian juga
guys supaya gue mampu mempertanggung jawabkan iman kepercayaan gue dan supaya
gue bisa tetap stay struggle dengan masalah yang gue hadapi sekarang bahkan
dikemudian hari. buat kalian yang mungkin lagi mengalami pergumulan yang sama,
keep depand on God guys. kalian ga sendiri ingat Tuhan ga akan membiarkan
anakNya dipermalukan (Roma 10:11) dan Dia ga akan membiarkan masalah datang
melampaui kekuatanmu J.
gue selalu mengingat ingat penyertaan Tuhan di semester-semester sebelumnya
yang sangat amzing sekali, dan semua pengalaman itu gue jadiin alasan syukur
gue akan janji Tuhan kalau dia akan terus bersama gue di semester empat ini
bahkan seterusnya dan Ia akan memuluskan apa yang mengganggu gue dan membuat ga
cozy di semester ini. Amsal 27:17 berkata besi menajamkan besi, orang
menajamkan sesamanya. anggap saja dosen itu orang yang sedang menajamkan kita
agar kita semakin tajam dan semakin berguna buat orang banyak, be impact sobat
.
templatenya error.
BalasHapusada notif seperti ini >>
TEMPLATE ERROR: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view']
sudah saya maintenace, terimakasih :D
BalasHapus